Kamis, 20 September 2012

Penting Sahabat atau Pacar?


KOMPAS.com – Setiap orang pasti memiliki setidaknya satu orang sahabat sejati yang tak terpisahkan. Seseorang yang dipercaya untuk mengeluarkan unek-unek maupun rahasia terkelam Anda.

Bahkan banyak yang mengatakan kalian hampir tak dapat terpisahkan. Akan tetapi semua berubah ketika Anda menemukan Mr Right. Rasanya sulit sulit membagi waktu antara pertemanan dan percintaan. Anda jarang bergaul dengannya, sedihnya satu-satunya waktu Anda bertemu adalah ketika secara tidak sengaja berpapasan dengannya di mal.

Sebenarnya hal itu normal  Sahabat Anda keluar dari hidup Anda  sebab telah digantikan oleh orang lain. Akan tetapi kehilangan seorang sahabat adalah hal yang akan Anda sesali nantinya.

1. Fase bulan madu
Ketika dua orang bertemu dan saling tertarik, sulit rasanya untuk terpisahkan, terutama pada awal hubungan. Setiap pasangan baru akan mengalami hal yang disebut "fase bulan madu". Inilah saat dorongan keinginan yang kuat  untuk  menghabiskan setiap momen hanya berdua. Makan malam bersama tiap pulang kantor. Menelpon hingga chatting hanya dengannya. Ingatlah bahwa setiap tahap memiliki tanggal kedaluwarsa. Segera setelah Anda memiliki perkelahian pertama dengan pasangan, siapa yang Anda hubungi untuk menumpahkan keluh kesah?
2. Dunia tidak berputar di sekeliling Anda
Menurut para ahli saat jatuh cinta otak akan memproduksi banyak hormon yang setara dengan menikmati kokain. Ini penjelasan ilmiah perasaan mabuk kepayang yang Anda rasakan. Satu hal yang perlu Anda ingat, tak ada satu pun orang di dunia ini yang senang merasa diabaikan oleh orang terdekat mereka. Coba tempatkan diri Anda diposisinya
3.Pilihlah satu hari bersama
Memilih hari diatur untuk hang out setiap minggu adalah cara untuk memastikan bahwa Anda tidak akan pernah kehilangan kontak. Anda bisa selalau pulang kerja bersama sang pacar. Menghabiskan malam-malam atau pagi saling mengirim teks, menelpon dan menghabiskan malam minggu bersamanya. Tak ada salahnya menyempilkan satu hari saja buat sahabat untuk pergi untuk makan, gosip atau bahkan curhat tentang kebahagiaan yang sedang Anda rasakan. Pasti ada hal yang tak bisa atau kurang seru Anda lakukan bersama kekasih tapi asyik kalau sama sahabat seperti ke salon atau belanja.



Sumber: Cupid

Hampir Mati Karena Otak Dipenuhi Larva Cacing Pita


Suki-Jane Taylor (dok. cascade news)

Colliers Wood, London, Nyawa seorang wanita hampir saja melayang setelah otaknya dipenuhi oleh larva cacing pita. Ia menjalani operasi darurat guna menyelamatkan nyawanya dan kini harus berjuang dengan dampak dari kondisi yang menyerang otaknya.

Suki-Jane Taylor (42 tahun) divonis menderita kondisi langka yang disebut neurosysticerosis pada tahun 2009, yaitu penyakit parasit pada sistem saraf, setelah ia terinfeksi telur cacing pita babi.

Telur cacing tersebut menyebar melalui makanan, air dan permukaan benda yang telah terkontaminasi dengan kotoran.

Larva cacing pita tersebut kemudian melakukan perjalanan ke otak dan membentuk kista. Ketika mulai mati, larva menyebabkan aneurisma (kelainan pembuluh darah) sebesar ukuran jeruk tangerine di dalam otak Taylor.

Ibu empat anak ini harus dilarikan ke St George's Hospital, London, dan pemeriksaan MRI menunjukkan bahwa pembuluh darah di otaknya telah membengkak.

Untuk menyelamatkan nyawanya, dokter bedah langsung melakukan operasi darurat dengan memasukkan shunt ke tengkoraknya untuk mengeringkan cairan di otaknya.

Taylor harus kehilangan kemampuan indera perasa dan penciuman karena kondisi tersebut. Pasca operasi, kini ia pun menderita epilepsi dan depresi.

"Jika bukan karena desakan pasangan saya yang menyuruh ke St George menemui dokter spesialis dan melakukan scan MRI, saya tidak akan menemukan aneurisma. Dokter mengatakan saya hanya 2 minggu dari kematian. Itu tepat di atas tulang belakang di bagian belakang otak saya," papar Suki-Jane Taylor, yang kini tinggal di Colliers Wood, London, seperti dilansir Dailymail, Jumat (21/9/2012).

Neurocysticercosis sangat jarang terjadi. Hanya ada 24 kasus setahun di Inggris dan 1.500 di Amerika Serikat.

Kondisi ini terjadi ketika seseorang menelan telur yang dikeluarkan oleh orang yang sudah menderita cacing pita usus sebelumnya. Orang yang tinggal serumah dengan pembawa cacing pita memiliki risiko lebih besar terkena cysticercosis ketimbang lainnya. Hal ini hanya menyebar melalui feses oral.

Setelah dicerna, larva akan tertanan dalam jaringan termasuk otak, membentuk cysticerci (kantung kista) yang dapat menyebabkan kejang dan sakit kepala. Kebingungan, berkurangnya perhatian pada orang dan lingkungan, kesulitan keseimbangan dan kelebihan cairan di sekitar otak (hidrosefalus) juga dapat terjadi. Jika tidak segera diobati, penyakit ini dapat menyebabkan kematian.

Gejala dapat terjadi berbulan-bulan sampai bertahun-tahun setelah infeksi, biasanya ketika kista berada dalam proses kematian, sehingga hampir tidak mungkin bagi pasien untuk mengetahui kapan ia terinfeksi.

Ketika parasit mati, jaringan otak sekitar kista bisa membengkak. Tekanan yang disebabkan oleh pembengkakan inilah yang menyebabkan sebagian besar gejala.

Infeksi umumnya diobati dengan obat anti-parasit dalam kombinasi dengan obat anti-inflamasi. Pembedahan kadang-kadang diperlukan untuk mengobati kista di lokasi tertentu.

Setelah terbebas dari maut, Taylor kini masih harus berjuang dengan 'pertempuran' lain, yaitu epilepsi. Ia takut bila sedang bersama anak-anaknya, kejang epilepsinya kambuh dan membahayakan sang buah hati.




(mer/ir)

Bisa Ular Beracun Dikembangkan Jadi Obat Penyakit Berat


(Foto: thinkstock)

Jakarta, Gigitan ular berbisa dapat berakibat fatal jika racun telah menjalar ke seluruh tubuh dan menyebabkan kematian. Tetapi para ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa bisa ular mungkin dapat dikembangkan menjadi obat penyakit berat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa molekul racun bisa dimodifikasi menjadi molekul non-racun secara alami. Bisa yang diproduksi kelenjar racun pada ular tidak digunakan seluruhnya untuk membunuh mangsa, tetapi sebagian digunakan untuk melayani fungsi jaringan lain dalam tubuh.

Bisa yang digunakan untuk jaringan tubuh ular inilah yang dimungkinkan dapat menjadi bahan obat berbagai penyakit manusia, seperti hipertensi, diabetes, dan kanker.

Kebanyakan racun ular berbisa memiliki target jalur fisiologis yang sama dalam tubuh dengan obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi medis.

"Racun ular tersebut dapat dijinakkan menjadi protein fisiologis yang tidak berbahaya dan dapat membantu pengembangan pembuatan obat dari racun," kata Nicholas Caswell, pemimpin penelitian dari Liverpool School of Tropical Medicine, Inggris seperti dilansir health.india, Jumat (21/09/2012).

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications dan diharapkan dapat menjadi acuan penelitian selanjutnya yang berfokus pada pembuatan obat dengan memanfaatkan bisa ular.

Mesin Partai Gagal Hadang Jokowi

 
 

BAHAGIA: Joko Widodo, calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 di tempat pemungutan suara (TPS) 31, Kebagusan, Jakarta Selatan, Kamis (20/9). Foto; MUHAMAD ALI / JAWA POS
JAKARTA - Kemenangan Joko Widodo atas Fauzi Bowo sekaligus mempermalukan partai-partai pendukung Foke. Enam partai besar yang berjanji mengerahkan kadernya memilih Foke ternyata gagal menghadang popularitas Jokowi.

"Mesin partai tidak beroperasi maksimal, termasuk mesin PKS yang selama ini dikenal solid dan loyal. Pemilih menjatuhkan pilihan berdasarkan pertimbangan pribadi, bukan instruksi partai," terang Wakil Direktur Eksekutif Jaringan Suara Indonesia Fajar S. Tamin.

Fenomena tersebut bukan hal baru. Pada Pemilu 2004, Susilo Bambang Yudyono yang hanya didukung Partai Demokrat yang ketika itu hanya partai gurem berhasil memenangkan pemilu presiden.

"Dalam pilkada, mesin partai memang tidak cukup berperan. Pencitraan ke masyarakat yang lebih penting. Sejauh ini, Jokowi mampu menghasilkan pencitraan yang bagus," terangnya.

Hasil perhitungan jajak pendapat Lembaga Survei Indonesia menunjukkan, pemilih calon-calon lain di putaran pertama memilih Jokowi dibandingkan Foke. Sementara, sekitar 30 persen kader PKS yang memilih Hidayat Nur Wahid di putaran pertama, ternyata memilih Joko Widodo di putaran dua. Hanya pemilih PPP yang konsisten, sekitar 80 persen, mengalihkan dukungan ke Fauzi Bowo setelah calon yang diusungnya, Alex Nurdin, gagal melaju ke  putaran dua.

"Kenapa PKS lebih membangkang" Meski sama-sama berbasis Islam dan Betawi, tapi juga karena faktor tingkat pendidikan. Ini yang menjelaskan PKS masih bocor ke Jokowi. Jangankan Foke, Hidayat Nur Wahid saja tidak 100 persen dipilih PKS," kata Direktur Eksekutif Komunikasi Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanudin Muhtadi.

Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Siti Zuhro, menilai kekalahan Fauzi Bowo menunjukkan partai-partai pendukungnya tidak benar-benar serius mengarahkan kadernya memilih Foke. Besar dugaan, partai-partai tersebut tidak peduli apakah Foke menang atau kalah.

Siti Zuhro juga yakin partai-partai pendukung Foke tidak akan merecoki kinerja Jokowi. Bahkan, partai-partai yang duduk di DPRD diyakini akan berbalik menjadi pendukung Jokowi.

"Partai itu pragmatis. Tidak ada musuh atau kawan abadi dalam politik, karena yang abadi dalam politik hanya kepentingan," terangnya.

Pendapat Siti tersebut merujuk pada kemenangan sejumlah calon kepala daerah dari independen yang berhasil menenangkan pilkada. Misalnya, Kabupaten Batubara di Sumatera Utara, Kubu Raya di Kalimantan Barat, Garut di Jawa Barat, dan Rote Nda di Nusa Tenggara Timur. "Meski berasal dari independen, bupatinya tidak diusik-usik DPRD," terangn Siti. (dim)

Menjadi Mualaf Setelah Menemukan Mukjizat Sungai di Dalam Laut

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)
 


Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara TV `Discovery Chanel’ pasti kenal Mr. Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Prancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia.
 
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba Captain Jacques Yves Costeau menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
 
Fenomena ganjil itu membuat bingung Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam.

Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut. Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu.

Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laayabghiyaan…” Artinya: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.
 
Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” Artinya “Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.
 
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.
 
Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.
 
Subhanallah… Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim. Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”



http://www.kisahmuallaf.com/penemu-sungai-dalam-laut-itu-pun-masuk-islam/

Ini Dia Rahasia Berhenti Makan Sebelum Kenyang




Agama Islam tidak melarang mengkonsumsi makanan dan minuman yang lezat sepanjang halal dan baik. Namun lebih dari itu, Islam memandang kelezatan bukan tujuan. Sebab, jika tujuan manusia meraih kelezatan, maka apa bedanya dengan makhluk hidup lainnya? terkait hal ini, Imam Ali berkata, "Jangan jadikan hidup untuk makan, tapi jadikanlah makan untuk hidup."
 
Ahlul Bait Rasulullah menekankan urgensi tidak makan berlebihan untuk kebaikan manusia sendiri. Imam Shadiq mengungkapkan pandangan positif makan cukup dari tinjauan lahir dan batin. Contohnya, memiliki postur yang seimbang merupakan salah satu manfaat makan cukup.

Para psikolog berkeyakinan bahwa orang yang kebanyakan makan dan minum memiliki bentuk fisik yang tidak seimbang, hingga seringkali menyebabkan kurang percaya diri.
 
Pakar medis menilai penuaan dini salah satunya disebabkan oleh pola konsumsi yang berlebihan yang berujung pada obesitas. Mereka menilai orang yang berlebihan dalam makan dan minum berusia lebih pendek karena saluran pencernaannya dipergunakan melebihi kapasitas sebenarnya.

Terkait hal ini, Rasulullah bersabda, "Tidak ada wadah yang paling buruk yang dipenuhi oleh keturunan Adam selain perut, padahal untuk kelanjutan hidupnya hanya butuh beberapa suap saja."
 
Seorang dokter Mesir, sekitar 3600 tahun lalu pernah berseloroh, "Manusia rakus hidup dengan seperempat makanan yang dikonsumsinya, dan tiga perempat lainnya menjadi jatah dokter untuk mencari nafkah!"
 
Mengenai keutamaan tidak makan berlebihan, Rasulullah mengungkapkan cerita menarik dari Nabi Isa:
 
"Suatu hari saudaraku Isa berjalan melewati sebuah kota. Ketika itu beliau melihat lelaki dan perempuan yang saling memaki. Lalu Isa mendekati keduanya dan bertanya, Apa yang menimpa kalian? lelaki itu menjawab, Wahai Nabi Allah, ia adalah istriku dan aku tidak memiliki masalah dengan dirinya. Ia adalah perempuan baik, tapi aku ingin berpisah dengannya.
 
Sambil terheran, Nabi Isa menanyakan masalah utama yang menimpa pasangan itu. Ia menjawab: Istriku sudah tua dan wajahnya sudah tidak berseri-seri. Nabi Isa mendekati wanita yang sedangbersedih itu, seraya berkata, Apakah anda menginginkan wajah yang segar dan berseri-seri?

Sambil terkaget-kaget, wanita itu menjawab, Ya wahai nabi Allah. Kemudian, Nabi Isa berkata, "Segeralah berhenti saat makan sebelum kenyang. Sebab, jika lambung penuh terisi makanan melebihi kapasitasnya, maka wajahmu tidak akan berseri-seri."
 
Setelah mendengar petuah dari Nabi Isa itu, wanita tersebut menjalankannya. Kemudian, beberapa waktu berjalan wajahnya berseri-seri. Berhenti makan sebelum kenyang juga sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Dengan demikian, Islam memberikan sejumlah petunjuk yang logis mengenai kesehatan fisik dan mental manusia.
 
Imam Ali berkata,"Orang yang sedikit makan, pikirannya lebih bersih." Petuah singkat ini memuat berbagai kebijaksanaan yang menjulang. Ketika lapar, afeksi manusia lebih halus dan kesadarannya semakin meningkat. Salah satu faktor yang menjegal pertumbuhan pemikiran adalah kebanyakan makan dan minum. Kini petuah Imam Ali itu terbukti secara ilmiah.
 
Pakar medis berkeyakinan bahwa konsumsi melebih kapasitas lambung akan menyebabkan meningkatnya tingkat keasaman lambung. Dampaknya, darah semakin deras mengalir di saluran pencernaan yang menyebabkan aliran darah ke otak semakin sedikit.

Padahal otak lebih membutuhkan darah yang mengandung oksigen dan bahan makanan melebihi anggota badan lainnya. Dengan demikian, kebanyakan makan menyebabkan berkurangnya aktivitas aktif otak yang menyebabkan berkurangnya menurunnya kemampuan berpikir.
 
Selain itu, berbagai riwayat menjelaskan dampak mental dan moral kebanyakan makan. Redupnya hati, meningkatnya kecenderungan seksual, hilangnya ketakwaan dan arogan merupakan deretan akibat buruk dari kebanyakan makan. Sebaliknya, Rasulullah menjelaskan sejumlah keutamaan sedikit makan seperti badan yang sehat dan hati yang terang.
 
Salah satu kewajiban dalam Islam adalah berpuasa. Mengenai manfaat medis berpuasa, Rasulullah bersabda, "Berpuasalah, maka kalian akan sehat." Hadis Rasulullah ini menginspirasi banyak pakar medis mengenai manfaat puasa bagi kesehatan.

Pakar medis Iran, Akbar Ejraee mengungkapkan, "Sejumlah pakar kesehatan non-Muslim menemukan fakta bahwa menghindari konsumsi berlebihan dalam makan dan minum merupakan metode  pengobatan terbaik bagi sejumlah penyakit.
 
Pakar kesehatan Iran ini menilai ganguan saluran pencernaan, tekanan darah tinggi, peningkatan gula dan kolesterol darah merupakan sejumlah penyakit yang bisa diatasi dan diminimalisasi dengan berpuasa. Berpuasa menyebabkan terjadinya pembakaran makanan yang berlebihan, sekaligus mencegah terjadinya kenaikan berat badan.

Menurut Ejraee, puasa yang dijalankan selama sebulan penuh memberikan kesempatan kepada badan untuk membersihkan lemak berbahaya dan racun tubuh yang merusak kesehatan badan mansuai.
 
Terkait hal ini, seorang dokter Austria mengungkapkan, dalam pengobatan penyakit, mungkin saja manfaat lapar lebih baik dari pada obat." Senada dengan itu, dokter Helba menganjurkan kepada pasiennya untuk menghindari makan dan minum selama beberapa hari, kemudian memberikan makanan tertentu kepada mereka.
 
Dokter Ejraee menilai lapar bisa efektif untuk mengobati sejumlah penyakit. Sebab untuk menahan lapar, badan mengkonsumsi bahan makanan cadangan yng tersimpan di dalam tubuh. Ketika asupan bahan makanan dari luar berkurang, maka secara otomatis rezim makanan akan memimpin tubuh.

Dengan demikian, hidup dimulai dengan mengkonsumsi makanannya sendiri. Pada tahap pertama yang dikonsumsi adalah cadangan gula dan kolesterol, kemudian bagian yang tidak terpakai.
 
Metode pengobatan dengan puasa ini dimulai dengan menggantikan sel-sel yang sakit dan rusak dengan sel-sel baru. Dengan demikian, sejumlah pakar medis bersimpulan bahwa puasa bisa mencegah penuaan dini dan mengembalikan peremajaan sel-sel tubuh.
 
Selain manfaat fisik, puasa juga memiliki khasiat mental dan moral bagi manusia. Para tokoh agama menilai puasa bisa meningkatkan keutamaan moral seseorang mencapai puncak spiritual.
 
Meski pengetahuan manusia yang terbatas masih belum mampu menemukan seluruh rahasia puasa, namun setiap ajaran memiliki tujuan bernilainya masing-masing. Dengan berjalannya waktu dan berkembangnya sains, manusia terus-menerus mencari dan menemukan hakikat dari ajaran langit itu. (IRIB)

Takdir Kematian, Menjadi Muslimah, dan Kebanggaan Berjilbab




Nama saya Maria. Saya memeluk Islam setahun yang lalu, 2011. Saya berasal dari Boulder, Colorado. Saya lahir di sini dan bersekolah di sini.

Kedua ibu bapak saya sebenarnya berasal dari Afrika Selatan. Mereka berimigrasi ke sini. Mereka berdua tidak menganut sembarang agama. Mereka tidak mempercayai adanya Tuhan.
 
Saya punya seorang saudara laki-laki. Dia sedang belajar musik di Universitas Colorado. Dia menganut Katolik. Sebelum saya memeluk agama Islam, saya tidak mempercayai akan keberadaan Tuhan.

Saya tidak punya keyakinan apapun. Saya besar seperti apa yang diajarkan oleh kedua orang tua saya. Maka saya tidak punya pegangan apapun. Saya tidak percaya dengan agama mana pun.
 
Seandainya kami berbincang mengenai agama, kami mungkin mengatakannya dari sudut negatif. Sebelumnya, saya tidak melihat agama sebagai sesuatu yang baik. Saya pikir agama adalah sesuatu yang mewujudkan problema, seperti perang dan sebagainya. Saya melihatnya secara negatif.
 
►►►
 
Menemui Islam
Saya rasa saya mengetahui Islam kira-kira 2 atau 3 tahun yang lalu. Saya berpacaran dengan seorang pria dari Pakistan. Itulah pertama kali saya membuka diri untuk Islam. Saya menjadi terbuka untuk mempelajarinya dan tidak berpikir secara negatif berkaitan dengannya. 
 
Sebenarnya saya tidak mengetahui apa-apa mengenai Islam. Selepas berbincang dengannya dan beberapa orang lain, saya mula mengumpulkan fakta. Saya membeli sebuah Quran berbahasa Inggris dan mulai membacanya.
 
Ketika saya bertemu dengan tunangan saya, kami tidak banyak berbincang mengenai agama. Saya tidak berpikir bahwa dia adalah seorang muslim, atau seorang yang religius. 
 
Saya hanya berpikir bahwa dia adalah seorang yang baik dan penyayang. Dia merupakan salah seorang terbaik yang pernah saya temui selama ini.
Dia memiliki karakter yang baik. 
 
Dia begitu baik dengan semua orang. Dia tidak pernah menunjukkan sikap buruk malah kepada orang yang tidak disenangi sekalipun. Dia akan berbuat baik terhadap mereka. Dia tidak pernah melihat anda berhadap-hadapan dan bersikap buruk pada anda.
 
Ketika saya mengingatinya, saya tidak pernah berpikir bahwa segala kebaikan tersebut datang karena dia adalah seorang Muslim. Saya hanya berpikir bahwa dia adalah seorang yang baik. 
 
Semakin saya berpikir mengenainya semakin sadar bahwa segala sikap baik itu sebenarnya datang dari Islam. Mungkin karena dia seorang Muslim, dia menjadi seorang yang baik hati dan terbuka.
 
Alasan mengapa saya memilih Islam ialah ketika saya merasakan bahwa Islam merupakan satu perkara yang benar buat saya karena saya bertunangan dengan seorang dari Pakistan. Dia adalah tunangan saya dan pada ketika itu saya bersekolah di Arizona, dia datang mengunjungi saya. 
 
Dia menyupir mobil dari Boulder ke Arizona untuk bertemu saya, dan akhirnya dia menemui kematian dalam tabrakan di jalan. Inilah merupakan pengalaman pertama saya menghadapi kematian. 
 
Ia merupakan inspirasi untuk saya mendalami Islam karena saya tahu bahwa ada sesuatu yang lebih baik untuknya dari sekadar kematian. Dia tidak hanya mati, mesti ada sesuatu sebab di baliknya, ada sesuatu yang lebih besar yang menguasai alam ini.
 
►►►
 
Dampak al-Quran
Saya membaca quran dan banyak buku, serta berbincang dengan banyak orang. Saya teringat satu ketika saya membaca Quran, lebih kurang dua bulan selepas kematiannya. 
 
Saya membaca Quran, dan segalanya menjadi nyata bagi saya. Satu momen dimana semuanya masuk akal, semua yang saya baca dan saya tahu mengenai dirinya serta semua berkaitan hal ini. Saya sampai satu titik bahwa saya mengetahui bahwa semuanya benar.
 
Saya kira itulah pertama kali saya mengucapkan syahadah sendirian. Itulah pertama kali saya sendiri. Kemudian baru saya berbincang dengan beberapa orang teman Muslim, mereka menasihati saya untuk ke Denver. 
 


Saya bisa bertemu dengan seorang Syeikh di Denver yang perlu saya temui dan bercakap dengannya. Saya bertemu dengannya, dia memastikan bahwa saya memang berhasrat untuk memeluk agama Islam. 
 
Bahwa saya tidak melakukannya untuk seseorang, bukan untuk tunangan saya. Kami berbincang lama dan saya memberitahu kepadanya "Ya, saya melakukan ini untuk diri saya sendiri". Saya mengucapkan syahadah di hadapannya dan dua lagi teman saya sebagai saksi.
 
Saya tidak banyak berbicara mengenai perkara ini dengan kedua orang tua saya karena saya tahu mereka tidak menaruh minat terhadap agama. Untuk pertama kali saya begitu bersungguh-sungguh dan pada bulan Ramadhan tahun lalu, saya berpuasa penuh sebulan. 
 
Ini merupakan Ramadhan pertama buat saya, memang benar-benar sulit. Tetapi saya berhasil melakukannya dan mereka kemudian menyadari kesungguhan saya "Oh, dia benar-benar serius". 
 
Seperti satu yang menakjubkan, mereka akan berkata "Wow, dia benar-benar tidak makan sepanjang hari". Saya pikir itulah pertama kali mereka menyadari bahwa saya benar-benar serius. Kami sebenarnya tidak banyak bercakap berkaitan hal ini. Tetapi akhirnya mereka menerima pilihan saya.
 
Saya kira, seandai saya tidak bertemu dengan tunangan saya, saya mungkin tidak banyak belajar tentang Islam seperti sekarang, dan mungkin saya tidak akan mengambil keputusan untuk memeluk agama Islam. 
 
Melihat kebelakang terhadap apa yang berlaku, saya akan tetap memeluk agama Islam setelah mempelajarinya. Mungkin saya, ia akan mengambil waktu yang lebih lama tetapi kematiannyalah yang membuat segala-galanya menjadi jelas karena saya tidak pernah mengalami pengalaman pahit seperti itu.
 
Sebelum saya memeluk agama Islam, saya menjalani hidup dengan berfoya-foya. Saya benar-benar berbeda. Selepas memeluk Islam, terasa seperti saya lahir kembali, saya meninggalkan semua perbuatan buruk. Apa yang saya lakukan di masa lalu sebelum saya memeluk agama Islam, bukanlah mudah untuk dihapuskan tetapi ianya telah kehilangan nilai.
 
►►►
 
Keluarga dan Sahabat
Selepas menjadi seorang Muslim, saya memilih teman lain dari apa yang saya miliki dulu. Mayoritas teman saya adalah Muslim. Kami akan ke luar bersama, dan pada malam Jumat kami akan keluar menonton di bioskop, atau pergi bermain. Saya kira adalah penting dengan siapa kita berteman. Rekan-rekan saya banyak membantu  untuk membuat perubahan.
 
Buat masa ini saya belum berpikir mengenai pernikahan. Saya akan bertemu dengan orang yang benar, maka tak perlu merasa bimbang. Sudah tentu saya akan menikah dengan seorang Muslim. Saya tidak ingin bertemu atau berpacar dengan non Muslim.
 
Ibu bapak saya lebih menyenangi perilaku saya sesudah saya memeluk agama Islam. Mereka tidak perlu bimbang dengan saya. Apakah saya akan selamat atau perkara-perkara seperti itu. Mereka yakin bahwa saya tidak akan melakukan sesuatu yang bodoh, maka mereka sebenarnya merasa lega sesudah saya menjadi Muslim.
 
Ketika pertama kali memakai jilbab, memang sulit. Saat berada di dalam kelas, saya merasakan semua orang memperhatikan saya. Sebenarnya ada muslimah lain yang mengenakan jilbab. 
 
Tetapi memandangkan saya satu-satunya orang Amerika yang mengenakan jilbab…..tetapi sebenarnya saya merasa bangga. Saya merasa amat menyenangkan. Saya merasakan jilbab telah menjadi bagian dari saya. Saya merasa senang dengan diri saya karena mengenakan jilbab.
 
Saya tidak fikir ibu bapak saya merasa malu ketika kami ke luar bersama. Saya pikir mereka juga bangga karena saya memakai jilbab. Mereka mungkin saya berpikir bahwa dengan mengenakan jilbab, anda juga bisa menjadi seorang yang bijak, dan anda masih tetap menjadi diri anda. 
 
Anda bebas dan anda bisa berpikir sendiri. Hanya karena anda mengenakan jilbab tidak bermakna anda punya sesuatu negatif pada diri anda. Mereka sebenarnya lebih menghormati anda karena anda mengenakan jilbab. (IRIB/onislam.net)