Rabu, 23 Januari 2013

Sejarah Perayaan Maulid Nabi Muhammad

Orang yang memperhatikan sejarah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, serta sejarah para sahabat dan para tabi’in serta atba’ tabi’in bahkan hingga generasi sesudah tahun 350 H, tidak akan mendapatkan seorang pun dari umat Islam yang mengadakan mauludan atau Perayaan Maulid Nabi, atau memerintahkannya, atau bahkan membicarakannya. Imam Al Hafizh As Sakhawi Asy Syafi’i dalam kitab Fatawa-nya berkata, “Perayaan Maulid tidak dinukil dari seorangpun dari salafush-shalih di tiga zaman yang utama. Akan tetapi hal itu terjadi setelah itu.”[1]

Jadi pertanyaannya yang sangat mengusik adalah sejak kapan Perayaan Maulid ini ada? Apakah diadakan oleh para ulama, atau para raja, atau oleh para Khulafa` Ahlus Sunnah yang dipercaya agamanya? Ataukah dari orang-orang yang menyimpang dan memusuhi Sunnah?[2]
Pertanyaan ini dijawab oleh para ulama Islam, di antaranya oleh Syaikhul Azhar Syaikh Athiyah Shaqr:
“Para sejarawan tidak mengetahui seorang pun yang merayakan Maulid Nabi sebelum Dinasti Fathimiyyah, sebagaimana yang dikatakan oleh Ustadz Hasan As Sandubi. Mereka merayakan Maulid Nabi di Mesir dengan pesta besar. Mereka membuat kue dalam jumlah besar dan membagi-bagikannya, sebagaimana yang dikatakan oleh Al Qalqasandi dalam kitabnya Shubhul A’sya.”
Lalu Syaikh Athiyah mejelaskan urutan sejarah Maulid sebagai berikut:
Pertama:
Di Mesir. Orang-orang Dinasti Fathimiyyah merayakan berbagai macam Maulid untuk ahlul bait. Yang pertama kali melakukan adalah Al Muiz Lidinillah (341-365H) pada tahun 362 H. Mereka juga merayakan Maulid Isa (natalan) sebagaimana dikatakan oleh Al Maqrizi as-Syafi’i dalam kitab As Suluk Limakrifati Dualil Muluk. Kemudian Maulid Nabi- begitu pula Maulid-Maulid yang lain- pada tahun 488 H karena Khalifah Al Musta’li Billah mengangkat Al Afdhal Syahinsyah ibn Amirul Juyusy Badr Al Jamali sebagai mentri. Ia adalah orang kuat yang tidak menentang ahlus sunnah, sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Atsir dalam kitabnya Al Kamil: 5/302. Hal ini berlangsung hingga kementerian diganti oleh Al Makmun Al Bathaihi, lalu ia mengeluarkan instruksi untuk melepas shadaqah (zakat) pada tanggal 13 Rabiul Awal 517 H, dan pembagiannya dilaksanakan oleh Sanaul Malik.[3]
Sejarawan Sunni Syaikh Al Maqrizi Asy Syafi’i (854 H) dalam kitab Al Khuthath (1/490 dan sesudahnya) berkata,
Menyebut hari-hari di mana para khalifah Fathimiyyah menjadikannya sebagai hari raya dan musim perayaan, pesta besar bagi rakyat dan banyak kenikmatan di dalamnya untuk mereka.”
Lalu dia mengatakan,
“Adalah para khalifah dari Dinasti Fathimiyyah di sepanjang tahun memiliki hari-hari raya dan hari-hari besar, yaitu:
  • Hari Raya Tahun Baru
  • Hari Raya Asyura`
  • Hari Raya Maulid Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
  • Hari Raya Maulid Ali ibn Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu
  • Maulid Hasan dan Husain ‘Alaihis Salam
  • Maulid Fathimah Alaihis Salam
  • Maulid Khalih Al Hadir (yang sedang berkuasa)
  • Malam Awal Rajab
  • Malam Nishfu Sya’ban
  • Malam Ramadhan
  • Ghurrah (awal) Ramadhan
  • Simath (tengah) Ramadhan
  • Malam Khataman
  • Hari Raya Idul Fitri
  • Hari Raya Kurban
  • Hari Raya Ghadir (Khum)
  • Kiswah Asy Syita` (pakaian musim hujan)
  • Kiswah Ash Shaif (pakaian musim panas)
  • Hari Besar Pembukaan Teluk
  • Hari Raya Nairuz (tahun Baru Persia)
  • Hari Raya Al Ghuthas
  • Hari Raya Kelahiran
  • Hari Raya Khamis Al Adas (Khamis Al Ahd, 3 hari sebelum Paskah)
  • dan hari-hari Rukubat.”
Sementara dalam kitab Itti’azhul Khunafa` (2/48) Al Maqrizi berkata, “(Pada tahun 394 H), pada bulan Rabiul Awwal manusia dipaksa untuk menyalakan kendil-kendil (lampu) di malam hari di rumah-rumah, jalan-jalan dan gang-gang di Mesir.”
Di halaman lain (3/99) ia berkata, (pada tahun 517 H) ”Dan berlakulah aturan untuk merayakan Maulid Nabi yang mulia pada bulan Rabiul Awal seperti biasa.”
Untuk keterangan lebih lanjut mengenai apa yang terjadi saat perayaan Maulid Nabi dan besarnya walimah maka silakan merujuk pada Al Khuthath; 1/432-433; Syubul A’sya, karya Al Qalqasandi: 3/498-499).
Setelah mengutip kutipan di atas maka Syaikh Nashir ibn Yahya Al Hanini penulis Al Maulid An Nabawi menyimpulkan: “Dari kutipan di atas, renungkanlah bersama saya. Bagaimana Maulid Nabi dikumpulkan bersama bid’ah-bid’ah besar seperti:
  1. Bid’ah Syi’ah dan ghuluw (kultus) terhadap Ahlul Bait yang tercetus dalam Maulid Ali, Maulid Fathimah, Maulid Hasan dan Husain.
  2. Bid’ah hari besar Nairuz, hari raya Ghuthas, dan hari Maulid Isa (Natal), yang kesemuanya adalah hari raya Kristen (dan Majusi).
Ibnul Turkmani dalam kitabnya Al Luma’ fil Hawadits wal Bida’ (1/293-316) berkata tentang hari-hari raya milik Nashari tersebut: “Pasal, termasuk bid’ah dan kehinaan adalah apa yang dilakukan oleh kaum muslimin pada Hari Raya Nairuz milik Nasrani dan hari-hari besar mereka, yaitu ikut menambah uang belanja (lebih dari hari biasanya).” Ia berkata, “Nafkah ini tidak akan diganti (oleh Allah) dan keburukannya akan kembali kepada orang yang mengeluarkannya, cepat atau lambat.” Lalu dia berkata, “Di antara sedikitnya taufiq dan kebahagiaan adalah apa yang dilakukan oleh orang Muslim yang buruk pada hari yang disebut dengan hari Natal (kelahiran/ Maulid Isa).”
Kemudian ia mengutip ucapan ulama-lama Madzhab Hanafi bahwa siapa yang melakukan perkara-perkara di atas dan tidak bertaubat maka ia kafir seperti mereka. Kemudian ia menyebut hari-hari raya Nasrani yang biasa diikuti oleh orang-orang Islam yang jahil. Dia menjelaskan keharamannya berdasarkan Al Quran dan Hadits melalui kaedah-kaedah syariat. Dengan demikian, maka yang pertama kali mengadakan Maulid Nabi adalah Banu Ubaid yang dikenal dengan sebutan Fathimiyyin.”
Kedua:
Di Mesir. Ketika datang Dinasti Ayyubiyah (yang dimulai pada saat Shalahuddin Al Ayyubi menggulingkan khalifah Fathimiyyah terakhir Al Adhidh Lidinillah pada tahun 567 H/ 1171 M) maka dibatalkanlah semua pengaruh kaum Fatimiyyin di seluruh wilayah negara Ayyubiyah, kecuali Raja Muzhaffar yang menikahi saudari Shalahuddin Al Ayyubi ini. Perayaan Maulid ini kembali dihidupkan di Mesir pada masa Mamalik, pada tahun 922 H oleh khalifah Qanshuh Al Ghauri. Kemudian, tahun berikutnya 923 H ketika Orang-Orang Turki Utsmani memasuki Mesir maka mereka meniadakan Maulid ini. Namun setelah itu muncul kembali. Demikian yang dikatakan oleh Ibnu Iyas.
Ketiga:
Di Irak. Kemudian di awal abad ke-7 H perayaan Maulid menjadi acara resmi di kota Arbil, melalui Sultan Muzhaffaruddin Abu Said Kukburi ibn Zainuddin Ali Ibn Tubaktakin. Dia seorang Sunni (bukan Syi’ah seperti Bani Ubaid Fatimiyyin). Dia membuat kubah-kubah di awal bulan Shafar, dan menghiasinya dengan seindah mungkin. Di hari itu, dimeriahkan dengan nyanyian, musik dan hiburan qarquz,  Gubernur menjadikannya sebagai hari libur nasional, agar mereka bisa menonton berbagai hiburan ini. Kubah-kubah kayu berdiri kokoh dari pintu benteng sampai pintu Al Khanqah. Setiap hari setelah shalat ashar Muzhaffaruddin turun mengunjungi setiap kubah, mendengarkan irama musik dan melihat segala yang ada di sana. Ia membuat perayaan Maulid pada satu tahun pada bulan ke delapan, dan pada tahun yang lain pada bulan ke 12. Dua hari sebelum Maulid ia mengeluarkan onta, sapi dan kambing. Hewan ternak itu diarak dengan jidor menuju lapangan untuk disembelih sebagai hidangan bagi masyarakat.
Sementara menurut Abu Syamah dalam kitab Al Ba’its ala Inkaril Bida’ wal Hawadits mengatakan, “Orang yang pertama melakukan hal tersebut di Mosul (Mushil) adalah Syaikh Umar ibn Muhammad Al Mulla salah seorang shalih yang terkenal, maka penguasa Arbil meniru beliau.”
Para sejarawan termasuk Ibnu Katsir dalam kitab tarikhnya, Al Bidayah wa An Nihayah, menyebutkan bahwa perayaan Maulid yang diadakan oleh Raja Muzhaffar ini dihadiri oleh kaum shufi, melalui acara sama’ (pembacaan qashidah dan nyanyian-nyanyian keagamaan kaum shufi) dari waktu Zhuhur hingga fajar, dia sendiri ikut turun menari/bergoyang (semacam joget ala shufi).
Dihidangkan 5000 kambing guling, 10 ribu ayam dan 100.000 zubdiyyah (semacam keju), dan 30.000 piring kue. Biaya yang dikeluarkan untuk acara ini –tiap tahunnya- sebesar 300.000 Dinar.
Syaikh Umar bin Muhammad Al Mulla yang menjadi panutan Sultan Muzhaffar adalah seorang shufi yang setiap tahun mengadakan perayaan Maulid dengan mengundang pejabat, menteri), dan ulama shufi.
Ibnul Hajj Abu Abdillah Al Abdari berkata, “Sesungguhnya perayaan ini tersebar di Mesir pada masanya, dan ia mencela bid’ah-bid’ah yang ada di dalamnya.” (Al Madkhal: 2/11-12)
Pada abad ke 7 kitab-kitab Maulid banyak ditulis, seperti kisah Ibnu Dahiyyah yang meninggal di Mesir pada 633 H, Muhyiddin Ibnul Arabi yang wafat di Damaskus tahun 638 H, Ibnu Thugharbek yang wafat di Mesir tahun 670 H, dan Ahmad Al ’Azli bersama putranya Muhammad yang wafat tahun 677 H.
Karena banyaknya bid’ah-bid’ah yang menyertai acara Maulid maka para ulama mengingkarinya, bahkan mengingkari hukum asal Maulid. Di antara mereka adalah Al Fakih Al Maliki Tajuddin Umar ibn Ali Al Lakhami Al Iskandari yang dikenal dengan sebutan Al Fakihani yang wafat tahun 731 H. Dia menuliskannya dalam risalah Al Maurid fil Kalam alal Maulid. Hal ini disebutkan oleh Imam Suyuthi dalam kitabnya Husnul Maqshad.
Kemudian Syaikh Muhammad Al Fadhil ibn Asyur berkata, “Maka datanglah abad ke 9, sementara manusia berselisih antara yang membolehkan dan melarang. Imam Ibnu Hajar Al Asqalani (773-852), As Suyuthi (849-911) dan Ibnu Hajar Al Haitami (909-974) menganggap baik, dengan pengingkaran mereka terhadap bid’ah-bid’ah yang menempel pada acara Maulid.”
Mereka menyandarkan pendapat mereka pada firman Allah yang artinya, “Dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah.” (QS. Ibrahim: 5)
Imam Nasai, dan Abdullah ibn Ahmad dalam Zawaid Al Musnad, serta Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman dari Ubay ibn Ka’b, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau menafsirkan hari-hari Allah dengan nikmat-nikmat Alah dan karunia-Nya.” (Ruhul Ma’ani, karya Al Alusi) Sedangkan kelahiran Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah nikmat Allah yang besar.
Menurut Agus Hasan Bashori Lc., M.Ag, betul bahwa mengingatkan nikmat-nikmat Allah termasuk di dalamnya adalah Maulid Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melalui khutbah, ceramah, kajian, dan tulisan, bukan dengan hari raya dan perayaan atau pesta atau ‘Idul Milad atau Mauludan.
Dikarenakan asal muasal Maulid Nabi tersebut, yaitu berasal dari kaum Bathiniyyah (kebatinan) yang memiliki dasar-dasar akidah Majusi dan Yahudi yang menghidupkan syiar-syiar kaum Salib; maka di sini kita perlu mengatakan kepada orang-orang yang menilai masalah secara proporsional, logis dan obyektif: “Apakah benar jika kita menjadikan orang-orang seperti itu sebagai sumber ibadah kita dan syiar agama kita?”
Sementara kita mengatakan sekali lagi: “Sesungguhnya abad-abad awal Islam yang diutamakan oleh Allah, tempat para panutan kita -Salafuna Shalih- hidup, tidak ada secuilpun keterangan tentang ibadah semacam ini, entah itu dari ulamanya ataupun dari masyarakat awamnya. Tidakkah cukup bagi kita apa yang cukup bagi Salafus Shalih itu?”
__________________________________
[1] Mengutip dari Subulul Huda war Rasyad (1/439), Ash Shalihi, cetakan Kementrian Waqaf Mesir
[2] Nashir ibn Yahya Al Hanini, dalam Al Maulid An Nabawi, Tarikhuh, Hukmuh, Atsaruh) (www.saaid.net/mktarat/Maoled/1.htm )
[3] Mei 1997, Fatawa Al Azhar: 8/255

Messi Peringkat 1 MVP La Liga, Ronaldo Posisi Keenam


Messi Peringkat 1 MVP La Liga, Ronaldo Posisi Keenam
zimbio
Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo 

TRIBUNNEWS.COM – Lionel Messi masih menjadi yang terdepan dalam urusan MVP (Most Valuable Player) La Liga Spanyol. Meskipun tidak menjadi pemain terbaik dalam duel Real Sociedad vs Barcelona (3-2), dengan 41 poin yang dikumpulkan, King Leo jauh meninggalkan lawan-lawannya. Termasuk Cristiano Ronaldo yang duduk di peringkat enam.
Harian Marca baru saja mengumumkan perolehan poin sementara untuk urusan MVP Liga Spanyol. Kriteria penilaiannya, dalam setiap laga La Liga yang digelar, ada tiga pemain terbaik.
Pemain terbaik pertama memperoleh tiga angka; terbaik kedua (2), dan terbaik ketiga (1). Nah, hingga pekan ke-20 Liga Spanyol, Messi memimpin daftar MVP ini dengan 41 poin.
Jumlah poin yang didapatkan King Leo, jauh lebih unggul daripada pemain di posisi kedua, Iago Aspas. Pemain Celta Vigo ini mengumpulkan 30 angka. Di peringkat ketiga, ada nama Carlos Vela (Real Sociedad) dengan 26 poin.
Sementara Ronaldo bergerak untuk menyodok peringkat enam. CR7 terpilih sebagai MVP dalam pertandingan Valencia vs Real Madrid yang berakhir dengan skor 0-5. Dalam laga tersebut, CR7 mencetak dua gol.
Total, Ronaldo baru mengumpulkan 19 poin. Ia masih kalah dengan Ruben Castro dari Real Betis (peringkat lima, 23 angka). CR7 juga tertinggal dari Jesus Navas (Sevilla) dan Patrick Ebert (Real Valladolid) yang memperoleh 25 poin.
10 Besar MVP Liga Spanyol:
  1. (41) Lionel Messi
  2. (30) Iago Aspas
  3. (26) Carlos Vela
  4. (25) Jesús Navas dan Patrick Ebert
  5. (23) Rubén Castro
  6. (19) Cristiano Ronaldo
  7. (18) Radamel Falcao dan Aritz Aduriz
  8. (16) Arda Turan
  9. (15) Obafemi Martins, Leo Baptistao, Alvaro Cejudo
  10. (14) Verdú, Adrián San Miguel, Miguel Moyà

Editor: Dodi Esvandi

Selasa, 22 Januari 2013

5 Manfaat Tidur Telanjang


Agar tidur lebih nyenyak, sebaiknya tidurlah tanpa busana.
KOMPAS.com - Jangan keburu berpikiran negatif ketika mendengar saran untuk tidur malam tanpa busana. Memang sih, tidur malam dalam kondisi telanjang biasanya dilakukan pasangan yang ingin bercinta. Padahal jika diteliti lagi, tidur telanjang juga punya banyak manfaat untuk kesehatan Anda.

1. Menyehatkan vagina

Jennifer Landa, MD, penulis buku The Sex Drive Solution for Women, mengungkapkan bahwa daerah intim perempuan sangatlah lembab. Kondisi lembab ini memungkinkan banyak bakteri dan jamur untuk berkembang. Untuk mengatasinya, tak ada salahnya jika sesekali Anda melepaskan pakaian dalam dan membiarkan vagina bernafas lega.

2. Tidur lebih nyenyak
Pakaian yang Anda kenakan saat tidur memang akan membuat Anda merasa lebih hangat. Namun, Lisa Shives, MD, anggota direksi National Sleep Foundation mengungkapkan bahwa saat tidur, suhu tubuh akan menurun tajam. Kondisi inilah yang membuat tidur Anda akan lebih nyenyak dan pulas. Menggunakan pakaian dan selimut yang terlalu tebal akan menghambat penurunan suhu tubuh. "Tidur telanjang akan membantu tubuh Anda tetap dingin, sehingga tidur akan jadi lebih nyenyak," ungkapnya.

3. Lebih awet muda

Ingin tampil cantik dan terlihat awet muda? Sesekali cobalah untuk tidur tanpa busana. Natasha Turner, penulis buku The Diet Hormone mengungkapkan, menjaga tubuh tetap hangat saat tidur malam akan mengganggu pelepasan melatonin (hormon untuk mengenali jam tidur biologis) dan hormon pertumbuhan sel (hormon antipenuaan). Ketika kedua hormon ini terhambat, tidur tidak akan nyenyak dan sel kulit tidak akan mengalami regenerasi.

"Ketika suhu tubuh mulai turun, maka hormon antiaging ini akan dilepaskan, sehingga membuat Anda tampil lebih segar dan awet muda," jelasnya. Selain membuat Anda lebih awet muda, hormon ini juga akan membuat rambut Anda terlihat lebih indah.

4. Menurunkan berat badan
Ketika tidur telanjang, Anda akan merasa tidur yang lebih nyenyak. Hal ini akan membuat otak Anda mengurangi produksi hormon kortisol (hormon stres) saat tidur. Pengurangan produksi kortisol akan diiringi dengan penurunan rasa kelaparan saat bangun pagi. "Jika tidur Anda terganggu, hormon kortisol akan terlalu tinggi, dan ini menyebabkan Anda merasa sangat kelaparan saat bangun pagi. Terkadang rasa lapar ini akan membuat Anda ngemil tengah malam, atau makan berlebihan saat bangun pagi.

5. Lebih percaya diri
Tidur telanjang ternyata juga bisa membuat Anda jadi lebih percaya diri. "Anda bisa merasakan lembutnya seprai dan kesejukan udara, yang akhirnya dapat meningkatkan perasaan seksi Anda. Merasa diri seksi akan membantu Anda untuk meningkatkan kepercayaan diri," ungkap Landa.


Sumber: Cosmopolitan
Editor :
Dini

Banyak Duduk, Penyakit pun Menumpuk

Penulis : Dr. Irsyalrusad. Sp.Pd 

shutterstock

KOMPAS.com - "Pinggang saya sakit dokter, saya takut kalau ini akibat ginjal", demikian keluhan seorang pasien waktu konsultasi di ruang praktik.

Melihat cara duduk pasien saja, saya sudah dapat memperkirakan kemungkinan penyebab sakit pinggang yang dikeluhkannya. Pasien kelihatan duduk tidak lurus, seperti membengkok ke kiri.  Pada pemeriksaan fisik, saya lihat tulang punggung pasien memang bengkok.

Melihat ini, kemungkinan nyeri yang dikeluhkan pasien adalah akibat ini, tulang punggung yang tidak lurus yang menyebabkan tekanan yang tidak seimbang pada ruas tulang di bawahnya dan otot-otot sekitarnya. Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi? Salah satunya adalah kebiasan duduk selama ini, baik waktu kerja, nonton televisi, di atas kendaraan. Duduk yang lama, apalagi dalam posisi yang tidak alami, benar, dapat menyebabkan bermacam gangguan pada tulang belakang.

Pasien, seorang wanita, usia sekitar 40 tahun. Bekerja sebagai tenaga administrasi di suatu instansi sejak 15 tahun lalu. Selama itu, pula dia lebih banyak duduk di atas kursi pada waktu jam kerja, bisa 5-6 jam setiap harinya. Kemungkinan tulang belakang yang agak bengkok ini berkaitan dengan kebiasaan duduk yang salah pada pasien baik di kantor, waktu nonton TV, dan waktu naik kendaraan.

Penelitian menunjukkan, bahwa cara Anda duduk, berapa lama Anda menghenyakkan pantat Anda di atas kursi, sofa, ternyata sangat berpengaruh terhadap status kesehatan Anda, bahkan harapan hidup Anda. Seperti pada pasien di atas, disamping rata-rata waktu duduknya cukup lama, bisa sekitar 8-10 jam setiap harinya, termasuk waktu di rumah, nonton TV, di atas kendaraan, makan dan sebagainya, pasien juga mempunyai kebiasaan duduk yang tidak sehat.  Selain gangguan tulang belakang, pada pemeriksaan laboratorium, pasien juga sudah mengalami gangguan toleransi glukosa, dislipidemia. Secara teoretis, bila pasien tidak merubah gaya hidupnya, kira-kira 5 tahun ke depan, predikat diabetes mellitus akan disandangnya.

Pasien di atas hanyalah salah satu kasus yang sering saya temukan, yang menunjukkan risiko lamanya duduk seseorang dengan bermacam  penyakit.

Penelitian yang dilakukan Universitas Leicester yang dimuat dalam jurnal Diabetologia mengindikasikan bahwa duduk yang lama dapat meningkatkan risiko diabetes, jantung, dan kematian lebih dini. Duduk yang lama meningkatkan risiko Anda mengalami diabetes dan jantung dua kali lebih besar. Bahkan, risiko ini tetap tinggi walupun di luar waktu itu Anda aktif olahraga. Jadi, bila Anda aktif olahraga 30 menit, kemudian Anda duduk berjam-jam di atas kursi Anda, risiko Anda tetap tinggi.

Penelitian lain yang dipublikasikan dalam jurnal Medicine & Science in Sport & Exercise menunjukkan bahwa dua kebiasaan yang sering kita lakukan sekarang, duduk di belakang setir, di depan televisi, merupakan prediktor penting kematian akibat jantung. Menurut penelitian itu, mereka yang duduk lebih dari 23 jam dalam seminggu mempunyai risiko kematian 63 persen lebih besar akibat jantung dibandingkan dengan mereka yang duduk kurang dari 11 jam. Penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari 17.000 penduduk Kanada menemukan bahwa risiko kematian satu setengah kali lebih besar pada kelompok yang sebagian waktunya berada di atas tempat duduk, dibandingkan dengan yang lebih jarang.

Jadi, berlama-lama duduk, memberikan dampak negatif terhadap kesehatan Anda, hanya saja Anda tidak menyadarinya saat itu juga , bahkan Anda mungkin terlena waktu nonton TV, lalu mendengkur. Tetapi, seperti  pada pasien di atas, setelah cukup lama, baru pasien merasakan akibatnya.

Lalu, kemajuan teknologi sekarang membuat kita lebih manja. Kaki yang ditakdirkan Tuhan untuk bergerak, jarang kita gunakan lagi. Kita lebih banyak duduk di kursi dengan bermacam aktivitas. Pekerjaan sekarang, pada sebagian orang juga menutut mereka lebih banyak duduk di atas kursi.  Di rumah, godaan menonton TV juga sangat kuat. Lantas, apa yang dapat kita lakukan? agar risiko yang mengancam dapat diminimalisir? Jawabannya mudah dan sederhana, berdirilah!

Ada ahli yang menganjurkan, setiap 20-30 menit setelah Anda duduk, berdirilah. Ada juga yang menyarankan paling tidak setiap jam.  Menurut saya, semakin sering Anda berdiri di sela-sela duduk berkeja barangkali lebih baik. Nah, "aktivitas apa yang bisa dilakukan waktu saat itu?" Apa saja sebenarnya bisa, bahkan terkait dengan aktivitas kerja anda, ada yang dapat anda kerjakan sambil berdiri.  Olahraga ringan, peregangan, meditasi sebentar sambil berdiri juga boleh-boleh saja.

Oleh karena itu, agar Anda bisa  lebih sering berdiri, beberapa kiat di bawah ini mudah-mudahan dapat membantu :

1.  Biasakan menelepon sambil berdiri, bahkan berjalan. Bisa di sekeliling meja kerja Anda atau di sekitar ruang kerja Anda.

2.  Telepon kerja yang biasanya di atas meja Anda, tempatkan di meja yang terpisah, yang agak jauh dari jangkauan Anda.

3. Bila Anda memerlukan sesuatu dari teman kerja Anda, berusahalah datang ke tempat mereka.

4.  Minuman atau makanan kecil yang biasanya ditaruh di atas meja kerja Anda, pindahkan ke tempat lain. Sehingga, waktu Anda ingin minum atau ngemil, Anda harus berdiri dan berjalan lebih dulu.

5. Terimalah tamu di kursi tamu yang sudah disediakan, jangan di kursi di depan meja kerja Anda, dan, tidak perlu sungkan membukakan pintu untuk tamu Anda.

Duduk yang lama ternyata tidak sehat, beberapa penyakit menunggu Anda. Karena itu, pandai-pandailah mengantispasi kesempatan mengangkat pantat  Anda menjauh dari dari kursi Anda. Maka, sering-seringlah berdiri!

Sumber :
Editor :
Asep Candra

Tahun ini, penerimaan PNS besar-besaran


Tahun ini, penerimaan PNS besar-besaran

Pada Agustus tahun 2011, pemerintah memutuskan menghentikan sementara (moratorium) penerimaan atau rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS). Alasannya, ingin menertibkan PNS yang saat ini jumlahnya sangat besar. Moratorium penerimaan CPNS yang berlangsung selama 16 bulan, resmi berakhir 31 Desember 2012.
Moratorium PNS selama 16 bulan pun diklaim berhasil menghemat anggaran sekaligus mengubah perilaku penerimaan PNS. Jumlah PNS berkurang dari 4,7 juta menjadi 4,5 juta.
Sejalan dengan berakhirnya moratorium PNS, kebutuhan dan komposisi PNS pun sudah dipetakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Sudah jauh-jauh hari sebelum program ini berakhir, pemerintah mengumumkan akan adanya penerimaan CPNS secara besar-besaran.
Tak tanggung-tanggung, Menteri PAN-RB Azwar Abubakar menyebutkan bahwa secara umum pemerintah membuka peluang untuk 60.000 PNS termasuk profesi dokter dan perawat.
Wakil Presiden Boediono melalui siaran persnya yang diterima kemarin, Senin (21/1) menyebutkan bahwa dari tahun ke tahun, jumlah penerimaan PNS akan terus disesuaikan dengan kebutuhan.
Perekrutan PNS hanya bisa dilakukan dengan syarat terlebih dahulu memiliki peta jabatan serta rencana kebutuhan pegawai untuk lima tahun ke depan yang didukung oleh analisis jabatan dan analisis beban kerja.
Pola rekrutmen PNS pun akan terbuka, fair, bersih, efisien, dan akuntabel. Tidak semua pemerintah daerah atau kementerian/lembaga yang diizinkan melakukan penerimaan PNS.
Perekrutan hanya dilakukan oleh kementerian-lembaga-pemerintah daerah yang anggaran belanja pegawainya di bawah 50 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain itu perekrutan hanya dilakukan setelah mendapat izin dari Komite Pengarah Reformasi Birokrasi yang diketuai Wakil Presiden.
Di sisi lain, penghentian moratorium PNS mendapat sorotan dari lembaga riset ekonomi INDEF yang menilai moratorium PNS perlu dilanjutkan untuk menekan besarnya belanja pegawai saat ini. Pembengkakan pegawai masih terjadi terutama di daerah.
Direktur eksekutif INDEF Ahmad Erani Yustika mengatakan bahwa gendutnya komposisi pegawai terlihat dari besarnya alokasi belanja pegawai di tiap instansi. Jumlah pegawai idealnya haruslah proporsional sesuai anggaran.
Besarnya belanja pegawai dinilai tidak produktif dari sisi pembangunan. Hal ini karena tidak diiringi perbaikan kebutuhan pelayanan masyarakat. Sebaiknya pemerintah dapat mengeluarkan aturan besaran alokasi belanja pegawai.
"Moratorium harus (tetap) dilakukan. Kaji betul-betul sejauh mana PNS menjawab kebutuhan pelayanan pada masyarakat," ujar Erani.
Belanja pegawai terutama di daerah, telah menelan sebagian besar DAU dan DAK. Belanja pegawai memakan porsi 42,33 persen pada APBNP 2012 atau sebesar Rp 261,15 triliun. Sementara belanja modal hanya mendapat 22,28 persen atau Rp 137,43 triliun.
"Ini membuat pembangunan infrastruktur rendah. Dan tidak ada terobosan untuk pembangunan daerah miskin," katanya.
[noe]

Senin, 21 Januari 2013

43 Pilkada Dimajukan, Perpu Disiapkan

JAKARTA - Hajatan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) mendatang dipastikan akan menguras energi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Karenanya, Pemilukada yang harusnya digelar pada 2014 akan dimajukan ke 2013.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengungkapkan, ada 43 kepala daerah yang habis masa jabatannya pada 2014 mendatang.  “Apa sanggup KPU dengan kondisi seperti itu (menyelenggarakan Pileg dan Pilpres, red), ditambah 43 Pilkada di daerah?" kata Mendagri dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR di Jakarta, Senin (21/1).

Dalam raker yang dipimpin Ketua Komisi II DPR, Agun Gunandjar Sudarsa itu disepakati pengajuan 43 Pemilukda 2014 ke 2013. Dengan demikian, sepanjang 2013 akan ada 152 Pilkada yang terdiri dari 15 pemilihan gubernur dan 104 pemilihan bupati/wali kota.

Mendagri menambahkan, khusus 43 Pilkada yang dimajukan ke 2013 tidak akan mengurangi masa jabatan kepala daerah yang habis pada 2014. "Hanya Pilkadanya yang dimajukan ke 2013, tapi pelantikannya tetap 2014," tandasnya.

Untuk itu, Mendagri mengaku tengah menyiapkan payung hukum pengajuan Pemilukada. "Kita siapkan agar ada Perppu (peraturan pemerintah pengganti undang-undang, red)," sebutnya.

Lebih lanjut mantan Gubernur Sumatera Barat itu mengatakan, sebenarnya pengajuan Pemilukada itu bukan hal baru. Sebab, pengajuan pelaksanaan Pilkada juga pernah dilakukan pada 2009. Saat itu, Pilkada yang harusnya digelar antara Januari-Juni 2009 juga dimajukan ke 2008

Sebelumnya Mendagri dalam raker itu menginginkan Perppu sebagai opsi terakhir. Sebab, ada skenario lain yang ditawarkan pemerintah, yakni mempercepat pembahasan RUU Pilkada yang saat ini sudah sampai pada tahap penyerahan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM). "Harapannya pada April 2013 ini RUU Pilkada bisa disahkan," ucapnya.

Sementara Komisi II DPR juga tak keberatan dengan usul pemerintah. Bahkan dalam kesimpulan Raker antara Komisi II dan Mendagri juga disepakati tentang pengajuan 43 Pilkada itu.

Menurut Agun, ada kesepakatan rapat internal Komisi II DPR pada 12 Desember 2012 yang dikuatkan dengan surat Pimpinan DPR No.PW/12086/DPRRI/XII/2012 tanggal 27 Desember 2012 perihal pengajuan Pemilukada yang jatuh pada 2014. "Jadi Pemilukada yang harusnya digelar 2014 dimajukan ke 2013," kata Agun.

Mengenai desakan Mendagri soal percepatan penyelesaian RUU tentang Pemilihan Kepala Daerah, politisi Golkar itu menegaskan bahwa Komisi II DPR dapat menyetujuinya. Namun ia juga meminta Mendagri segera menindaklanjuti semua keputusan hukum terhadap kepala daerah yang sudah berkekuatan hukum tetap.

"Komisi II meminta Kementerian Dalam Negeri menindaklanjuti putusan-putusan hukum dan menuntaskannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan mengedepankan kualitas pelayanan dan menjunjung tinggi moralitas publik," imbuh Agun. (fas/ara/jpnn)

Facebook sama berbahayanya dengan rokok?



Facebook sama berbahayanya dengan rokok?


 


Facebook tak ubahnya rokok, selain menyebabkan kecanduan, dampak dari penggunaannya yang berlebihan akan merugikan sang pengguna. Inilah salah satu isi dari iklan layanan masyarakat yang mengkritisi Facebook.
Forbes (8/1) melansir beberapa foto yang berisi kritikan masyarakat tentang ketergantungan seseorang terhadap Facebook. Kritik ini terlihat menarik karena ditampilkan dalam bentuk poster dan benda berbentuk tiga dimensi.
Facebook cigarette
Dalam gambar pertama ini misalnya, sebuah poster yang terpampang di jalanan Los Angeles mencirikan Facebook sebagai social cigarettes atau rokok sosial.
Facebook cigaretteFacebook cigaretteFacebook cigarette
Selain itu, ada juga tiga benda berbentuk balok mirip bungkusan rokok besar dengan label Facebook. Bungkus rokok ini juga dilengkapi dengan bahaya penggunaanya. Tertulis bahwa Facebook dapat menyebabkan hilangnya waktu, berkurangnya semangat kerja, obesitas, gangguan sosial, dan adanya kemungkinan berubahnya takdir.
Lalu, bagaimana pendapat Anda? Apakah Facebook memang berbahaya layaknya rokok?
[nvl]