Selasa, 13 November 2012

Penampakan Bunda Maria hebohkan Malaysia


Penampakan Bunda Maria hebohkan Malaysia

Sosok menyerupai Bunda Maria muncul di sebuah jendela di Rumah Sakit Sime Darby, di Kota Subang Jaya, Negara Bagian Selangor, Malaysia. Alhasil, gambar terletak di lantai tujuh itu langsung menghebohkan umat Katolik di negara jiran itu sejak dua hari lalu.

Situs emirates247.com melaporkan, Senin (12/11), gambar Bunda Maria itu langsung menyebar di kalangan umat Kristen setempat melalui media sosial Facebook. Sejumlah orang langsung memadati rumah sakit untuk melihat secara langsung.

Bahkan, mereka yang menginap menyebut telah melihat sosok seperti Yesus tidak jauh dari penampakan Bunda Maria. Mereka melihat Yesus selang dua jendela di sebelah Bunda Maria.

Ibu rumah tangga tinggal tidak jauh dari situ, Eunice Fernandez, percaya Bunda Maria mencoba mengirim pesan kepada semua orang. Ini lantaran gambar Bunda Maria seperti melihat ke arah bawah dan bendera Malaysia. "Kita juga melihat Yesus dan seperti bergerak. Keduanya tidak diam," ujar Fernandez. Perempuan 54 tahun ini membantah penampakan Bunda Maria itu tipuan belaka.

Kurang lebih seratus umat Katolik menginap di sekitar rumah sakit sambil menyalakan lilin, menyanyikan lagu pujian, dan berdoa. Beberapa bus pelancong terlihat memacetkan jalan menuju rumah sakit. Tidak hanya warga Malaysia, beberapa orang di antaranya berasal dari Singapura. Mereka datang untuk melihat gambar dipercaya sebagai mukjizat itu.

Redaktur majalah mingguan Katolik asal Malaysia, the Herald, Lawrence Andrew, mengatakan gereja akan meneliti keaslian gambar dan memeriksa saksi. "Bisa saja ini wahyu. Tapi memang harus dipastikan lebih dulu apakah gambar ini buatan atau benar-benar Bunda Maria," katanya.

Pihak Rumah Sakit Sime Darby tidak dapat dimintai keterangan terkait hal ini.
[fas]

Lika liku karir 'Satria Bergitar' di pentas politik nasional


Lika liku karir 'Satria Bergitar' di pentas politik nasional

Dunia politik bukan hal baru bagi Bang Haji Rhoma Irama. Pria bernama asli Raden Oma Irama ini telah masuk dunia politik sejak zaman Orde Baru melalui bendera Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Penelusuran merdeka.com, Rhoma yang melejit lewat film 'Satria Bergitar' mulai aktif di dunia politik saat Pemilu 1977. Kala itu, Rhoma bergabung dengan partai kabah dan berhasil melambungkan PPP dengan memperoleh kenaikan signifikan suara pemilih. Pada Pemilu 1977 dan 1982, perolehan suara PPP naik secara signifikan. Saat menjadi juru kampanye, Rhoma Irama mampu menyedot jutaan umat.

Bahkan, kala itu Rhoma berhasil menggabungkan antara politik dan musik dangdut. Dalam setiap kampanye PPP, musik dangdut ditampilkan untuk menghibur peserta kampanye. Kampanye dengan hiburan musik dangdut dan musik-musik lain pun hingga saat ini masih berlangsung.

Pilihan Rhoma mendukung PPP ini berbuah pencekalan. Beberapa izin konsernya tidak dikeluarkan oleh Pemerintahan Orde Baru kala itu karena Rhoma dipandang sebagai ikon partai Ka'bah. Rhoma juga sempat dimusuhi oleh pemerintah lantaran ogah menerima tawaran masuk Golongan Karya (Golkar).

Pemerintah Orde Baru juga mencekal Rhoma dan melarang Raja Dangdut tersebut tampil di TVRI selama 11 tahun, mulai tahun 1977.

Dalam buku 'Dangdut Stories' karya Andrew M Weintraub, ketika kampanye untuk PPP, Rhoma memelesetkan lagunya yang sangat populer ketika itu, yaitu 'Begadang'. "Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya, begadang boleh saja, kalau ada perlunya". Pelesetannya jadi; "Menusuk boleh menusuk, asal yang ada artinya, Menusuk boleh menusuk, Asal Kabah yang ditusuk".

Sejak itulah lagu-lagu Rhoma seperti Hak Azasi, Rupiah, Udang di Balik Batu, dilarang tampil di TVRI maupun RRI. Pelarangan itu makin mencuatkan popularitas Rhoma Irama. Dangdut pun sempat menjadi simbol perlawanan rezim Orde Baru.

Perlawanan Rhoma mengendor dan pada 1988, setelah 11 tahun absen dia kembali ke TVRI, tepatnya 8 Mei 1988. Saat itu, Rhoma membawakan lagu 'Judi' yang sampai saat ini masih masyhur.

Rhoma makin dekat dengan kekuasaan hingga kemudian bergabung dengan Golkar. Rhoma sempat terpilih sebagai anggota MPR mewakili utusan Golongan yakni mewakili seniman dan artis tahun 1992. Rhoma pun aktif menjadi juru kampanye Golkar termasuk pada Pemilu 1997.

Para penggemar di seatero Tanah Air mencerca, menghina dan mengata-ngatai Rhoma sebagai politikus kutu loncat. Bahkan, di beberapa wilayah di Jawa Timur, banyak kaset Rhoma dibakar lantaran pendukung PPP di sana kecewa atas kepindahan Rhoma ke Golkar.

Bagaimana sikap Rhoma menghadapi tudingan serta hinaan tersebut? Pria yang terkenal dengan sebutan 'satria bergitar' ini menjawab enteng.

"Saya memilih Golkar Lillahi Ta'ala, yakni untuk memperjuangkan kepentingan Islam dan umat. Saya masuk ke Golkar bukan sebagai kutu loncat. Prosesnya sudah puluhan tahun. Cuma baru sekarang saya dengan gamblang ikut Golkar," ungkapnya kepada wartawan saat itu seperti ditulis harian Kompas 29 April 1997.

Wartawan saat itu pun bertanya, apakah keputusannya masuk Golkar tidak mempengaruhinya sebagai musisi Dangdut, Rhoma menjawab, "Saya pikir penggemar saya akan mengerti perjuangan saya ini."

Pada Pemilu 2009, Rhoma kembali ke PPP. Itulah yang membuat dia sempat disebut sebagai kutu loncat karena berpindah-pindah partai politik. Tapi hingga detik ini, Rhoma masih berada di pangkuan partai ka'bah.

Bang Haji saat ini kembali menjadi perbincangan lantaran para ulama mendukungnya sebagai Capres 2014. Rhoma pun menyanggupinya, asal didukung oleh partai. Mampukah Bang Haji 'menggoyang' pentas politik di Pilpres 2014?
[war]

Rhoma nyapres karena ingin tegakkan amar maruf nahi mungkar


Rhoma nyapres karena ingin tegakkan amar maruf nahi mungkar

Niat Rhoma Irama untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2014 nanti sepertinya serius. Rhoma punya alasan sendiri mengapa dia akan maju sebagai capres.

"Selama ini, saya menerapkan amar maruf nahi mungkar, membawa kebaikan. Saya berharap Indonesia kembali kepada nilai-nilai Pancasila dan kembali pada akhlaknya," kata Rhoma kepada merdeka.com, Senin (12/11).

Rhoma melihat, perilaku pejabat dan masyarakatnya sekarang ini sudah jauh dari nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai kemanusiaan. Salah satu contohnya adalah maraknya anarkisme antarbangsa.

"Kita tidak menjadi bangsa yang santun. Kerusuhan, demokrasi yang tidak berakhlak. Jadi kita sudah jauh dari nilai-nilai tersebut," ujarnya.

Nantinya, jika dia terpilih menjadi presiden akan menumbuhkan nilai-nilai Pancasila. "Demokrasi yang berketuhanan, bukan perpecahan-perpecahan," katanya.

Niat Rhoma maju setelah mendapat dukungan dari banyak pihak. Salah satunya dari kalangan ulama di Indonesia.
[has]

Komentar lucu warga tentang pencapresan Bang Haji Rhoma


Komentar lucu warga tentang pencapresan Bang Haji Rhoma
Rhoma Irama telah menyatakan kesiapannya maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2014 mendatang. Berbagai komentar muncul dari masyarakat, baik yang mendukung atau pun menolak pencapresan Bang Haji, atau hanya sekadar lucu-lucuan.
Ramai di Twitter sejak kemarin, Senin (12/11), komentar lucu-lucuan terkait pencapresan Rhoma, seperti yang ditulis oleh akun @BonnieTriyana. Dalam kicauan di Twitter dia menulis, "@BonnieTriyana: Hampir dipastikan #PresidenRhoma tak pernah ada di istana karena beliau selalu Berkelana I dan Berkelana II."
Sontak, komentar lucunya tersebut membuat para pengguna Twitter tertawa. Bahkan, politikus Partai Demokrat Ulil Abshar Abdalla juga me-retweet postingan tersebut.
Politikus PDI Perjuangan Zuhairi Misrawi juga tak kalah lucu berkicau di Twitter terkait pencapresan Rhoma. "Apakah @TamaSLangkun siap menjadi Cawapres Rhoma Irama? :p," tulis Zuhairi dalam akun Twitter-nya @zuhairimisrawi pagi ini. Tama S Langkun yang dia mention adalah salah seorang aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW).
Tak cuma di Twitter saja komentar lucu terkait nyapresnya Bang Haji. Di Blackberry Messenger juga beredar komentar-komentar lucu. "Kalau Rhoma jadi presiden, dijamin wartawan bakal teler. Soalnya Bang Haji begadang terus," demikian bunyi BBM yang beredar.
Namun ada juga komentar positif yang mendukung Rhoma Irama maju dalam Pilpres 2014. Rhoma terbukti 40 tahun memimpin grup musik Soneta. Apa salahnya jika dia diberi kesempatan memimpin bangsa.
"Sudah saatnya Bang Haji memimpin negeri itu," ujar salah seorang warga Tebet, Andi kepada merdeka.com.
[has]

Pengakuan blak-blakan Rhoma soal Presiden 2014


Pengakuan blak-blakan Rhoma soal Presiden 2014

Raja dangdut yang tak pernah lengser, Rhoma Irama menyatakan siap maju di Pilpres 2014 mendatang. Bang Haji, begitu Rhoma di sapa mengaku kehadirannya di bursa capres untuk memperbaiki bangsa ini yang semakin jauh dari nilai-nilai Pancasila.

"Karena Indonesia membutuhkan satu figur untuk mengatasi masalah-masalah bangsa, akhlak yang saat ini sendiri sudah jauh dari nilai-nilai Pancasila," ujar Bang Haji Rhoma Irama dalam sebuah wawancara dengan merdeka.com, Senin (12/11).

Berikut wawancara wartawan merdeka.com, Arbi Sumandoyo dengan Bang Haji Rhoma Irama melalui sambungan telepon.

Apa yang membuat Bang Haji mau dicapreskan?

Gini artinya, memang saya pernah didorong. Pernah 2004, saya tidak bersedia, 2009 saya dilamar Wapres saya tidak bersedia, untuk sekarang dorongan ulama kuat sekali, dorongan itu sangat kuat makanya kemarin saya menyatakan di Kwitang kesiapan saya untuk maju dalam 2014.

Sejak kapan rencana pencalonan 2014 ini diajukan oleh para ulama?

Secara langsung face to face, ataupun by phone, jadi hampir seluruh Indonesia yang mendukung saya. Itu semua ulama nasional, kemarin yang Kwitang menyatakan kesediaan. Pengajuan kesediaan sebagai capres ini sejak Pilkada DKI, ulama sendiri konfirmasi ke saya, dia bilang saya harus maju, karena Indonesia membutuhkan satu figur untuk mengatasi masalah-masalah bangsa, akhlak yang saat ini sendiri sudah jauh dari nilai-nilai Pancasila.

Strateginya apa untuk 2014 nanti Bang Haji?

Saya rasa begini saya tidak sama dengan Prabowo dan Ical. Buat saya menjadi pimpinan nasional, boleh dikatakan saya jadi pemimpin itu sejak lama. Setiap Idul Adha, Idhul Fitri, Jumatan saya sudah sering memberikan ceramah hampir di seluruh Indonesia. Saya sebetulnya pemimpin informal, bedanya informal, saya melaksanakan kepemimpinan informal melalui musik, seperti dalam Soneta memberikan melalui musik. Saat saya keliling Indonesia saya membangun karakter bangsa lewat musik dan ceramah.

Berapa jumlahnya ulama yang mendukung Bang Haji?

Saya kira jumlahnya jutaan yang menyatakan resmi. Setiap ormas Islam itukan jumlahnya banyak sekali, contoh wasiat ulama. Ormas Islam, jutaaan jumlahnya, ormas yang saya naungi Fahmi Tamami, itu sudah eksis di 28 Propinsi.

Harapannya Bang Haji sendiri jika terpilih?

Selama ini, saya menerapkan amar ma'ruf nahi mungkar, membawa kebaikan. Saya berharap Indonesia kembali kepada nilai-nilai Pancasila dan kembali pada akhlaknya.

Memang sejauh ini bagaimana Bang Haji melihat?

Kenyataan apa yang kita lihat seperti sekarang ini, tapi yang kita lihat sudah jauh dari komitmen Pancasila, nilai-nilai kemanusiaan, maraknya anarkisme antar bangsa, kita tidak menjadi bangsa yang santun. Kerusuhan, demokrasi yang tidak berakhlak, jadi kita sudah jauh dari nilai-nilai tersebut.

Nilai-nilai Pancasila, demokrasi yang berketuhanan, bukan perpecahan-perpecahan,

Sejauh ini apakah ada partai politik yang juga menyatakan dukungan?

Sampai sejauh ini belum ada dari partai, baru kalangan ulama. Memang ada beberapa kalangan politik yang mencoba, baru sampai kesediaan dukungan saja. Biarkan partai-partai menilai, dan ini yang harus saya buktikan. Kalau seorang kepala negara itu bukan seorang Superman, jadi tidak harus menguasai segala bidang, jadi visi, misi, serta tujuan yang harus dimiliki.

Bang Hajikan nantinya akan bersaing dengan beberapa calon yang diboncengi partai besar, bagaimana tanggapan Bang Haji?

Saya berkompetisi secara sehat. Kalau saya siap dengan para capres,

Untuk menghadapi 2014, apa strategi Bang Haji?

Masih terlalu dini, kalau sudah ada kendaraan yang kongkrit barulah saya mau bicara soal strategi. Untuk saat ini baru menjawab dorongan sebagian baru sampai tahap langkah itu menjawab kesediaan menjadi capres 2014.

Lalu apa saja program Bang Haji buat nyapres 2014?

Artinya kalau saya siap kalau saya siap, berarti saya punya program. Masih terlalu dini untuk membicarakan itu, yang jelas saya punya program untuk bangun bangsa ini ke arah lebih baik.
[hhw]

SiaranLangsung tgl 14 sd 19 Nopember 2012

  • Rabu, 14 November 2012
  • 15:15 WIB RCTI Indonesia vs Timor Leste
  • Kamis, 15 November 2012
  • 02:45 WIB SCTV Italy vs France
  • 04:00 WIB RCTI Panama vs Spain
  • Jumat, 16 November 2012
  • 16:00 WIB RCTI Indonesia vs Cameroon
  • Minggu, 18 November 2012
  • 00:00 WIB TVRI Juventus vs Lazio
  • 02:00 WIB TransTV Barcelona vs Real Zaragoza
  • 02:45 WIB TVRI Napoli vs Milan
  • 04:00 WIB TransTV Real Madrid vs Athletic Club
  • Senin, 19 November 2012
  • 01:45 WIB Trans 7 Granada vs Atlético Madrid
  • 02:45 WIB TVRI Sampdoria vs Genoa
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com

Sabtu, 10 November 2012

Hati-hati, Nonton TV Bisa Perpendek Umur


Hati-hati, Nonton TV Bisa Perpendek Umur

REPUBLIKA.CO.ID, Bagi anda yang hobi nonton TV, sepertinya harus mengurangi kebiasaan itu. Sebab sebuah penelitian menunjukkan, menonton TV dapat memperpendek umur.

Seperti dikutip dari Genius Beauty, penelitian ini dilakukan di Australia. Peneliti Australia mempelajari dan membandingkan kondisi kesehatan orang yang menonton dan tidak menonton TV sama sekali.

Hasil riset tersebut menunjukkan dengan menonton TV tiap sejam maka akan memperpendek umur selama 22 menit pada orang berusia lebih dari 25 tahun. Jika diasumsikan, nonton TV selama enam jam sehari, maka hal itu akan memperpendek umur selama lima tahun. Para peneliti menilai bahwa nonton TV memiliki efek yang sama buruknya dengan merokok, tidak beraktivitas, dan makan berlebih.

Lantas, apakah anda perlu menyetop untuk menonton TV? Dokter menyarankan untuk mengimbanginya dengan berolahraga, seperti sepeda stasioner atau treadmill di depan TV. Penelitian serupa juga pernah dilakukan di Harvard, Amerika Serikat oleh AC Nielsen. Riset di Harvard ini juga menarik kesimpulan yang sama.
Redaktur: Dewi Mardiani
Reporter: Umi Lailatul