Rabu, 10 Oktober 2012

Saat Hormon Seks Tinggi, Pria Lebih Jujur?


KOMPAS.com — Penelitian mengindikasikan, hormon seksual pada seorang pria juga berhubungan dengan kejujuran. Studi para ahli di Jerman menunjukkan, tingginya hormon testosteron dapat meningkatkan perilaku yang mendukung kehidupan sosial dan mengurangi sifat curang pada kaum lelaki.

Dalam dunia medis, testosteron dikenal sebagai hormon yang menentukan karakter seksual pria, seperti meningkatkan libido dan membangun otot tubuh. Hormon ini dalam beberapa penelitian sebelumnya kerap dikaitkan dengan sifat agresivitas dan perilaku kriminalitas.

"Testosteron selalu disebut memacu agresi dan perilaku berisiko dan pengambilan sikap," ungkap Dr Bernd Weber, pakar ilmu saraf dari Center for Economics and Neuroscience di University of Bonn, Jerman.

Namun, seperti dilaporkan dalam jurnal PLOS ONE, kini banyak studi yang menunjukkan bahwa hormon testosteron juga dapat menimbulkan efek sebaliknya dan memicu perilaku yang baik. 
 
Pimpinan riset Dr Matthias Wibral dari Center for Economics and Neuroscience pada University of Bonn menilai, banyak penelitian lain hanya menghubungkan kadar testosteron seorang pria dengan perilakunya. "Padahal, testosteron tidak cuma dapat memengaruhi perilaku. Namun, perilaku seorang pria pada gilirannya juga dapat memengaruhi level testosteron," ujarnya.

Dalam risetnya, Wibral melibatkan 91 relawan sehat. Sebanyak 46 pria diberikan gel mengandung testosteron yang dioleskan pada kulit, sedangkan 45 relawan lainnya diberikan gel palsu. Pemilihan ini dilakukan secara acak dan masing-masing relawan tidak tahu kalau dirinya mendapat gel asli atau palsu.

Setelah gel dioleskan, seluruh relawan dilibatkan dalam permainan dadu sederhana yang dirancang untuk melihat tingkat kejujuran dan kecurangan di antara mereka. Setelah dibandingkan dan dianalisis, relawan yang diberikan gel testosteron relatif bermain lebih jujur dan tidak curang ketimbang yang diberikan gel plasebo.
 
"Hasil ini jelas bertolak dengan suatu pendekatan dimensional bahwa testosteron berujung pada perilaku anti-sosial," ungkap peneliti Dr Armin Falk. Ia menambahkan, hormon testosteron juga dapat meningkatkan rasa kebanggaan dan pentingnya membangun citra positif di antara relawan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar